Rabu, 10 Mei 2023

Be Smart Be Hemat

Membayar utk sesuatu sebenarnya aku kurang aware sama benefit membership yg dikasih. Krn tujuan utamaku beli barang/jasa yg kubutuhkan, berkualitas, n hemat. Jd kalau nggak terlalu butuh sengaja nembak pas lagi diskon aja. Hehe.. 

Pagi ini iseng2 cek member di pasar orange ternyata ada di level tertinggi; Platinum. Ternyata, gue udah 'ngebuang' lebih dr 10 jeti ke situ. Ada daftarnya apa aja, berapa rupiah, n kapan. Lengkap, meski jelas tak sedetail buku catatan dosa pahala. Hiks. 



Di gojek, posisiku di level Juragan. Setengah jalan menuju level tertinggi; Anak Sultan. Sedangkan di Sayurbox,  posisi di; Buah. Satu level lagi menuju puncak; Panen. 

Yg ingin 'kupamerkan', betapa konsumtifnya aku? Nggak juga. 

Betapa tergantung nya aku pd pasar online? Sptnya iya. Tapi tergantung nya bukan hanya karena mager. Justru krn dengan sejam dua jam olga jari, aku bs dpt penawaran harga oke dengan kualitas oke, plus nggak repot mikir dan bayar utk pengiriman. 

Contoh kasus, aku beli furniture dr Jepara. Pd thn 2007, offline habis sekitar 10 jt. Janji dikirim molor 2 minggu bahkan aku sampai minta tolong saudaraku utk 'menggertak' si toko. Pas barang datang, ternyata ada yg nggak sesuai pesanan  Ketidakamanahan penjual nggak ketahuan krn nggak ada review spt di lapak online. 

Bln Maret kmrn aku beli furniture lagi dr Jepara, online, beda toko tentu saja. Harga bersaing lihat review oke, tap tap, beres. Ekspedisi konfirm ngirim spt yg dijanjikan dan tepat waktu. Kualitas pun spt yg ditulis di spek dan kulihat di review.

Di Sayurbox dan Segari, nyaris sama kasusnya. Tinggal kita pinter2 aja hafal harga barang yg biasa kita konsumsi (misal susu uht, sereal, beras, buah, dll) 

Contoh kasus, susu uht, sereal, dan roti anakku bisa dibilang konsumtif sekali. Kalau beli offline di mart2, harga lumayan selisih 3rb an. Di mart yg agak gedean harga beti, hanya harus ngeluarin ongkos parkir, panas2, berat bawa, dsb dsb. 

Beras pun sama. Buah, utk beberapa jenis aku lebih suka megang dan milih offline, ada toko langganan. Tapi utk jenis spt kelengkeng, apel, pear, buah naga, beli yg lagi diskon aja di pasar online. Kualitas biasanya lebih bagus dia. 

Utk gojek, dia kupakai buat bayar tagihan bulanan (BPJS, listrik, dkk), bayar belanjaan online, mobile (antar anak ke sekolah dll), dan jelas go food jajan lauk pas nggak masak dan mager. 

Enaknya kalau kita aktif sehingga level di atas jelas mrk memberi penawaran2 lebih. Voucher2 or benefit lainnya. Tapi tetap, sblm sampai kesitu, ingat, spending money nya tuh bener2 perlu nggak sih? Dan bicara soal perlu nggak perlu, tentu ngikut pendapatan dan life style kita. Jangan sampai pendapatan minimalis life style maksimalis. Pun sebaliknya, pendapatan oke, tapi milih nyiksa diri panas2 jalan ke pasar becek, nggak naik ojek, udh gitu nawar setinggi bintang. Ter la lu. 

So, hemat atau boros bukan hanya soal besaran nominal yg kita keluarkan. Tapi juga sdh sesuai kebutuhan se bijaksana mungkin yg kita terapkan, bagaimana mendapatkan barang2 tsb, dan pertimbangan loss n gain spt waktu, tenaga, dsb dsb. 

Btw, pas naik level tuh Sayurbox sampai ngasih 11 voucher. Tapi krn SnK nggak matching sama kebutuhanku yo wis ben angus. Be smart buyer, jgn sampai atas nama diskon justru kita keluarin lebih banyak yg nggak urgent. 

So, be smart, be hemat, have fun. 😘

NewLand, 10/05/23

Selasa, 24 Januari 2023

Atomic Habits ; In Motion or Action?

 



2 hari yang lalu aku menuntaskan membaca buku yang direkomendasikan banyak orang, Atomic Habits by James Clear. Sebenarnya karena malas pakai kacamata--yes, aku nggak bisa membohongi usia, mata plus mulai kerasa--plus gempuran dunia digital, aku makin jarang membaca buku hardcopy. Nggak bisa di-zoom sih. hehe..

Tapi anak sulungku minta dikirimi buku itu dengan 2 buku lainnya, so aku belikan di market place shopee, Nah, senyampang menunggu kubelikan barang request lainnya untuk dititipkan bagasi ke Turki, aku baca dulu lah buku itu. Kebetulan sehari sebelumnya suamiku mengirimkan tulisan Pak Wowiek Mardigu tentang Atomic Habits ini. 

Biasanya, kalau membaca buku aku suka menstabilo kalimat-kalimat yang penting. Tapi karena ini pinjam anakku, jadi aku nggak bisa melakukan itu. Solusinya, tuh halaman yang ada kalimat-kalimat 'makjleb'nya aku foto, dan mulai hari ini akan aku ungkap satu persatu.


Mulai dari halaman 160. itu yang aku garis bawahi, bahwa kita harus menyadari sedang di fase manakah? In motion atau action? Kita sedang in motion jika merencanakan, menyiapkan strategi, belajar, dsb. Namun baru bisa disebut action manakala kita sudah benar-benar mengimplementasikan apa rencana, strategi, dan gagasan-gagasan itu dalam bentuk nyata.

Seperti yang sering dibilang Ustadz Adi Hidayat dalam ceramah-ceramah beliau, tak cukup berniat umrah atau haji. Itu in motion namanya. Actionnya adalah menabung, benar-benar menyisihkan uang untuk dialokasikan sebagai dana umroh. 

Membuat tulisan ini jujurly juga merupakan salah satu bentuk action dari in motionku untuk ngeblog lagi. 

Karena ketika gempuran media sosial meminta (menyuruh) sebanyak mungkin kita content creator untuk membuat video-video pendek,--tiktok, reels, short, ideas pin, atau apapun sebutannya di berbagai plaform yang berbeda--aku merasa ada sesuatu yang kurang, hilang, memudar.

Jadi membaca buku bagus, menulis ide-ide dan pengalaman lagi yang sebenarnya tidak masuk resolusi 2023 akan aku mulai dari sini, hari ini. Bismillah.
Dimulai dengan Atomic Habits, In motion or Action?


NewLand, 25/01/2023 di tengah pagi yang basah oleh hujan yang ramah.

Minggu, 11 September 2022

Pelatihan Kriya Indag Depok 2022

Senin sampai Kamis pekan kemarin, tgl 5-8 September, 20 orang UMKM yang sudah diseleksi oleh Dinas mendapat kesempatan mengikuti Pelatihan Kriya 2022 yang diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan dan Industri Kota Depok. Bertempat di Wisma Hijau Cimanggis, dimentori oleh Umi Hani, dan asistennya Teh Eva, peserta mendapat 4 materi yang 'daging' banget dalam mengolah perca utamanya kain katun batik bali. 


Acara dibuka dengan sesi motivasi oleh istri Walikota Depok, Bunda Elly Farida. Ditutup dengan interaktif menyanyi dan gerak tangab dengan peserta. Dan aku tanpa malu-malu maju, yang akhirnya menghasilkan sematan bros akrilik (kucurigai produksi teman sekomunitas, Teh Asri dengan brand Camperenik) hehe.

Sesi berikutnya dibawakan oleh Pak Muhammad Irfan, Dekranasda Jawa Barat yang khusus datang jauh-jauh dari Bandung seperti halnya Umi Hani dan Teh Eva. Beliau menyoal tentang definisi kreatif menurut peserta, dan mengajak untuk bermimpi besar tentang usaha dengan membuat struktur organisasi serta mengingatkan tentang pentingnya budaya 5R. Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin .

Sesi berikutnya dibawakan oleh Pak Muhammad Irfan, Dekranasda Jawa Barat yang khusus datang jauh-jauh dari Bandung seperti halnya Umi Hani dan Teh Eva. Beliau menyoal tentang definisi kreatif menurut peserta, dan mengajak untuk bermimpi besar tentang usaha dengan membuat struktur organisasi serta mengingatkan tentang pentingnya budaya 5R. Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin.

Usai makan siang materi hari pertama dibagikan. Membuat patchwork jahit tangan motif hexagonal dengan teknik English Paper Piecing. Jahit tangan. Hari berikutnya, peserta mendapat materi tentang patchwork Foundation Paper Piecing membuat block log cabin dengan mesin jahit. Hari ketiga, materi menjahit aplikasi teknik reverse. Sedangkan hari keempat, belajar quilting tangan dan menjahit bisban (binding).


Pelatihan diikuti oleh 20 orang perwakilan dari beberapa komunitas diantaranya Depok Creative Woman (aku dan 4 orang teman lainnya), Crafter Depok, AIKD, serta beberapa penggiat PKK aktif yang ditunjuk langsung oleh dinas. Meski banyak dari kami yang baru pertama kali ini mengenal patchwork applique quilting, namun hasilnya tak kalah dengan mereka yang sudah terbiasa memproduksi bahkan mengajar jahit aplikasi di lingkungan sekitar.

Intens, excited, itu yang aku terutama rasakan dalam pelatihan ini. Karena chemistry antara pengajar dan peserta terbangun sebab alasan sama: cinta kriya! Berikut foto2 cantik peserta dengan kreasinya. 

Umi Hanifah n Mbak Endah Sutjihati

Umi Hanifah n Mbak Endah Sutjihati

Me, among the older ones

Mecucu pertanda nggethu


   

    



 















Minggu, 12 Juli 2020

Cara Pakai Sepatu Kerut/ Rempel Mesin Jahit Portable/ Kepala Hitam

Cara Pakai Sepatu Kerut/ Rempel Mesin Jahit Portable/ Kepala Hitam

Sebelumnya sudah pernah upload video tentang cara pakai sepatu rempel. tapi untuk mesin jahit besar. Seorang penonton minta dibuatkan yang untuk mesin jahit kecil.

Baiklah...

Akhirnya alhamdulillah kesampaian bikin tutorial ini. Sepatu ruffler sudah laku, jadi aku bikin pakai sepatu rempel atau sepatu kerut. yang model simple dengan yang model bisa untuk dua bahan,. di pasarang sering disebut sebagai shirring foot.


tips dan trik aku beberkan di video ini.Antara lain cara memegang bahan, dan mengatur jalannya. cekiodt ya..

Kamis, 09 Juli 2020

Online Workshop for Free at Ayaran



I have no idea, where this gut came from. May be because I just wanna do a good deed? Or I miss my friends so much.. Or anything else. But I have to admit that several months at the past, I often post my status on Facebook. Which is has a great influences to shape me 'till what I've become now.


So, on Wednesday I finally make announcement to open free online workshop for bag making. For first class, the project is July Backpack. Actually I already gave it as a bonus for the buyers of my seconf bag making book, Tas Handmade dari Tote ke Backpack. I put the tutorial on Google classroom, although for the first, it take place on whatsapp group. But, as most of us not custom to google classroom, it didn't work as i expected.

So, finally i decided to open the class again. But now, it will remain on wag. Until tonight, as I recently checked, the participants grows to 115 person. The class will be start tomorrow, on Friday at 10 am.
In order to not to displeased my students, i checked the pattern here. Make sure the scale is fit to real dimension.

And here we are the list of the material. It written in Bahasa Indonesia.



MATERIAL BACKPACK JULY
Kanvas:
- Panel kantung depan 13x23t cm 2x (bolak-balik)
- Panel utama belakang 28x26t cm 1x
- Penghubung sre (ring jalan) 15x15 cm 1x
- Panel atas 24x14.5cm 1x
- Panel samping 13x32t cm 2x (bolak-balik)

Kulit sintetis tipis:
- Kantung samping 13x17t cm (bolak-balik)
- Aplikasi depan 6x23t cm 1x
- Aplikasi bawah 28x6cm 1x
- Panel alas 35x14cm 1x
- Bisban 3x64 cm (2x)

Katun:
- Kantung depan 13x23t cm 2x (bolak-balik)
- Lapisan kantung depan 27.5x23t cm 1x
- Panel utama dalam 28x26t cm 2x
- Panel alas 35x14cm 1x
- Panel samping 13x32t cm 2x (bolak-balik)
- Panel atas 24x14.5cm 1x
- Kantung samping 13x17t cm (bolak-balik)
- Saku rits dalam 23x32t cm 1x

Aksesoris:
- Rits 3 metal 21 cm 2x
- Rits 5 metal 41 cm 1x
- Rits 3 coil 20 cm 1x
- Kepala rits 3 metal 2x
- Kepala rits 5 metal 1x
- Kepala rits 3 coil 1x
- SRE 3,8 2x
- Renda 3,5 cm; Panjang 23 cm (1x), 12 cm (2x)
- Webbing 3,8 cm ; Panjang 25cm (1x), 12 cm (2x), 75 cm (2x)
- Rotan pelipit 60 cm (2x)

For the tutorial, I intended to share it to my youtube channel one day.

Rabu, 07 Mei 2014

Selimut Patchwork

Selimut patchwork dr Perca katun jepang. Lapisan bawah kain twill katun yg adem n tebal. Tanpa lapisan dalam/ silikon.
Ukuran sekitar 200*150 cm.
Wanna one? Or need more info? SMS/ wa 085779667906.